Renungan

July 19th, 2006

Apa yang terjadi tiga hari terakhir ini cukup membuat gue tersentak. Tiga kali gempa, dimana tiga2nya terjadi pas gue masih di kantor (secara gue ngantor di lantai tujuh lumayan scary kan tuh bow kalo da apa2 T_T). Semua berita tentang tsunami, korban tewas, trauma mereka bikin gue berfikir lagi tentang hidup dan mati. Mungkin cuma bisa gue tuang lewat sebait puisi ini…..
Dalam keheningan malam,
Aku bersujud menyeru kesucian nama-Mu
Kupanjatkan doa syukur yang tak henti-hentinya atas nikmat-Mu
Namun linangan airmata ini tak juga berhenti

Tak ingin kusalahkan Engkau atas apa yang terjadi
Tak mampu ku mengutuk-Mu
Saat tangan-tangan jahat itu merenggut kebahagian hidup
Mencabut nafas saudara-saudaraku
Mencerai berai keluarga mereka
Menghapus akal, rasa
Yang ada hanya trauma

Aku sadar ini bukanlah salah siapa2
Namun ini hanyalah sedikit tanda-tanda KebesaranMu
yang Kau tunjukkan
Sebab (sebagian dari) kami tak lagi menyebut namaMu
Tak lagi menyayangiMu
Tak lagi hadir  mengunjungiMu disetiap waktu solat
Semua yang dilakukan hanya demi kewajiban
Tanpa mengerti
Kami ini debu dilautan
Yang telah kau ciptakan hanya untuk menyembah, memuji dan mencintaiMu.

Mencintaimu… dengan mengorbankan
cinta, keluarga dan hidup
Karena kembali kesisiMu-lah
akhir takdir kami