Quote yang gue lupa dimana dapetnye
Find a guy, who calls you beautiful instead of hot.
Who calls you back when you hang up on him.
Who will stay awake just to watch you sleep.
Wait for the guy who kisses your forehead.
Who wants to show you off to the world when you
are in your sweats
Who holds your hand in front of his friends.
Wait for the one who is constantly reminding you
of how much he cares
about you and how lucky he is to have you.
Wait for the one who turns to his friends and
says, "…that’s her."
poetry | Comment (0)Ketika Semua Harus Berakhir
Part I (Say GOODBYE to Past): Gue lupa dimana gue dapet quote ini. Tapi ini yang bikin gue mikir…. Selama ini sewaktu gue masih suka pacaran gue ga pernah milih-milih cowo. Sering kali gue mutusin pacaran tanpa gue berfikir apakah gue mencintai mereka, gue ngerasa lebih baik gue dicintai daripada mencintai. (Mengingat seringnya gue patah hati karna cowo yang gue suka malah suka or jadian sama orang lain apalagi kalo orang yang gue suka lebih memilih temen gue daripada gue). Dulu gue merasa, bahwa gue itu mudah banget menyerah soal cinta, gue ga pernah memberi yang terbaik sama orang yang gue cinta, gue ga pernah nunjukin kalo gue punya perasaan sama dia, hingga seringkali orang yang gue suka ga nyadar kalo gue suka dia. Gue kasih perhatian tapi hanya sebatas teman ga lebih.gue takut nyerahin hati gue sepenuhnya buat seorang cowo karna gue takut satu hal, setelah cowo itu tahu gue cinta banget sama dia, gue takut DITINGGAL!!! Gue ga mudah bilang gue suka, gue ga mudah bilang gue cinta, gue ga mudah bilang gue jatuh cinta (gue petik dari salah satu soundtrack My HEART). Dulu gue ga pernah bisa nunjukin rasa sayang gue baik ke ortu maupun orang lain. Dulu Gue ga pernah ngasih kejutan buat nyokap gue tersayang apalagi sama yang namanya P-A-C-A-R. Tapi gue mo cerita perasaan gue saat ini. Untuk K dan R di Jakarta dan A di Aceh. Gue mo minta maaf sama kalian. Gue tahu kalian sama-sama tahu bahwa kita berempat saling berhubungan tapi tanpa hubungan yang jelas. Gue ngasih perhatian kepada kalian bertiga sama besarnya. Kalian tahu itu dan tidak meminta lebih, terima kasih. Kalian tahu hubungan ini aneh tapi kalian mengerti, terima kasih. Dan kalian tahu bahwa gue sudah menyerahkan hati gue bukan kepada seorang diantara kalian dan kalian menerimanya, terima kasih.Tapi, tidakkah kalian marah pada keegoisan gue? Tidakkah kalian marah bahwa gue tetap disamping kalian hanya karena kalian membutuhkan gue bukan karena mencintai kalian? Tidakkah kalian merasa gue mempermainkan kalian walau bukan berbohong pada kalian? Demi 4JJ gue udah mentok! Gue ga tahu mesti ngejelasin bagaimana lagi sama kalian, bahwa gue mencintai orang lain, tapi kalian masih tetap mau gue berada disamping kalian. Gue ga tahu sampai kapan hubungan ini berjalan….Kapankah kalian akan merasa lelah dengan hubungan ini? Karena jujur nurani gue sudah sangat terusik. Gue … gue ga mau kalian seperti ini…gue ga bisa biarin kalian kembali seperti kalian yang dulu sebelum kalian bertemu gue, tapi gue gue juga ga bisa terus seperti ini, kalian udah sangat bergantung sama gue, dan gue ga bisa selamanya begini. Gue lelah dan gue capek… sekalipun gue bersama kalian gue tetap ga bisa menghapus bayang-bayang orang yang gue cinta. MAAF, beberapa waktu ini gue menghindari kalian, no call, no sms, no e-mail, and no meeting. Gue harus berfikir untuk menghentikan ini semua. Biarlah… gue kembali sendiri seperti dulu, lebih baik kalian melupakan gue, menjauh dari gue, namun satu pinta gue tolong kalian jangan kembali ke jalan kalian yang dulu. Kalian sudah menjadi orang yang lebih baik sekarang. Masa depan kalian sudah terbentang lebar dihadapan kalian, jangan lagi kalian sia-siakan. Tugas gue sudah selesai, gue hanya menemani kalian sebatas perjalanan ini. Auld Lang Syne, ada jodoh ada pula perpisahan. Gue ngga menyesal mengenal kalian justru gue berterima kasih kalian pernah menjadi bagian penting dalam hidup gue serta membuat gue sedikit lebih berguna, maafkan gue juga karna tidak bisa membalas cinta kalian yang begitu besar. Wish u all the very best. Sayonara, Auf Wiedersein.
SARANGHAMNIDA (to be continued)
Weblogs | Comment (1)