Benarkah kau tidak akan pernah meninggalkanku?

June 6th, 2007

Dnangelniwa
http://groups.yahoo.com/group/KisahKehidupan/message/2963;_ylc=X3oDMTJxdWJnc2JlBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI3Njc4MTAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBG1zZ0lkAzI5NjMEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTE2MzE1OTcyNQ–
"Namaku
Linda & aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah
pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat &
mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu
menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

Ini
adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine
Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata
ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam
ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah
dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama
40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah
& memberikan mereka dua orang cucu.

Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang
tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.

Aku
teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu
beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar
murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka
mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang
obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang
terbaik.

Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi
pulang dari kantor. Kata ibuku,"Mama tak akan pernah meninggalkan papa
sendirian".

Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku.
Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada
suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin,
kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup
suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu
hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah
memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.

Sampai
suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang
tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi
lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak
berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat
tidur.

Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang
lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak
hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak
pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari
ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku.
Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya
,"untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali".

Ayahku
menjawab, "aku ingin kau tetap merasa cantik". Begitulah pekerjaan
ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan &
kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya.
Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak
pernah pudar.

Suatu
hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,". ..kau tahu, Linda. Ayahmu
tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?" Aku menggeleng
& ibuku melanjutkan, "karena aku tak pernah meninggalkannya. .."

Itulah
kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri,
mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab,
kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta
kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari
kehidupannya.

Buat ku… akan ku berikan seluruh hidupku, cinta dan hatiku buat satu yang terkasih. hanya aku tak tau dimana bisa kutemukan dirinya.

Benarkah kau tidak akan pernah meninggalkanku?

June 6th, 2007

Dnangelniwa
http://groups.yahoo.com/group/KisahKehidupan/message/2963;_ylc=X3oDMTJxdWJnc2JlBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI3Njc4MTAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBG1zZ0lkAzI5NjMEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTE2MzE1OTcyNQ–
"Namaku
Linda & aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah
pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat &
mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu
menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

Ini
adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine
Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata
ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam
ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah
dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama
40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah
& memberikan mereka dua orang cucu.

Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang
tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.

Aku
teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu
beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar
murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka
mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang
obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang
terbaik.

Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi
pulang dari kantor. Kata ibuku,"Mama tak akan pernah meninggalkan papa
sendirian".

Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku.
Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada
suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin,
kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup
suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu
hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah
memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.

Sampai
suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang
tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi
lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak
berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat
tidur.

Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang
lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak
hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak
pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari
ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku.
Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya
,"untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali".

Ayahku
menjawab, "aku ingin kau tetap merasa cantik". Begitulah pekerjaan
ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan &
kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya.
Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak
pernah pudar.

Suatu
hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,". ..kau tahu, Linda. Ayahmu
tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?" Aku menggeleng
& ibuku melanjutkan, "karena aku tak pernah meninggalkannya. .."

Itulah
kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri,
mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab,
kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta
kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari
kehidupannya.

Buat ku… akan ku berikan seluruh hidupku, cinta dan hatiku buat satu yang terkasih. hanya aku tak tau dimana bisa kutemukan dirinya.