Sedihh.. pengen ujan2an

August 20th, 2007

Hari ini gue iri banget…. soalnya diluar ujan gede.

Gue ga boleh ujan2an… forbidden katanya… padahal cuma ujan yg bikin gue tenang.

Kalo gue itung2 udah hari ke 31 … empty… try to call.. try to sms and try communicate using tech but i know it all useless.

Ya… sebenernya kalo pilihan ini dilakuin jauh sebelumnya, gue ga bakalan empty kali ya.. tapi mo gimana lagi… been there, done that, and time just can’t turn back.
Emptiness nya ditambah…  bedrest… therapy… ngobrol sama my doctor,  not doing anything.

I really wish I could get better but I wonder for who?

Myself? my family? my friends?

Inget2, gue ini ibarat inti atom, atomnya family, larger than atom ya environment/society. Gue pernah bilang ke salah satu temen gue waktu dia berterima kasih sama gue atas doa gue buat dia. gue bilang, doa gue itu cuma setitik debu di lautan doa buat dia dari orng2 yg menyayangi dia. sekarang, gue bener2 merasa seperti debu.

sayangnya… begitu susahnya menghapus debu ini. Kenapa gue terus bertahan disini?

Penting ga sih bertahan? what if this is the limit, my limit? perlukah gue terus berjuang ketika tidak ada apapun di masa depan gue?

Dulu, gue berfikir, gue perlu berjuang dan bertahan demi keluarga. Sekarang, gue lihat keluarga gue jauh lebih tabah dari gue, kalo pun harus menyerah, they’ll go on with their life.

Dulu, gue berfikir, gue perlu berjuang dan bertahan demi kumpulan orang yg gue sebut teman dan sahabat. Sekarang, gue tahu bahwa ga tuh yg namanya "ringan sama dijinjing berat sama dipikul". Teman dan sahabat hanya ada waktu kita senang, ga da teman dan sahabat diwaktu sedih, sakit, dan susah. Ga perduli bungkusnya seperti apa, isinya sama saja.

Dulu, gue berfikir, gue perlu berjuang dan bertahan demi diri gue. Sekarang, dengan kehampaan yang gue rasain, apa masih perlu berjuang? Toh, 4JJ owns me. Whatever road I’d take, it’ll lead to him right? smooth road, rough road, ga penting, akhirnya ya MATI kan?

Gue tetap bersyukur, dengan waktu yg pendek, gue dikasih banyak kemudahan, banyak kesusahan, banyak kesenangan, banyak kesedihan, dan banyak lainnya. Dan gue juga belajar dengan "tujuh keajaiban dunia" yang gue miliki, gue juga belajar untuk kehilangannya satu-persatu.

Satu saat, aku akan jadi buta
karena mataku tak lagi ingin melihat
Satu saat, aku akan jadi tuli
karena mataku tak lagi ingin mendengar
Satu saat, aku akan jadi bisu
karena mulutku tak lagi ingin bicara dan tertawa
Satu saat, aku akan jadi lumpuh
karena tanganku tak lagi bisa menyentuh
Satu saat, aku akan jadi beku
karena aku tak lagi bisa menyayangi
Satu saat, aku akan jadi kelu
karena aku tak lagi bisa merasa
dan Satu saat, aku akan mati
karena aku tak lagi bisa mencintai

Ps: gue benci bgt bau rumah sakit