Gedung Baru, Suasana Baru, Hidup Baru?

October 26th, 2007

Udah hampir dua bulan gue pindah ke kantor baru yg berhadapan dengan lapangan softball senayan. Udah dua bulan gue membiasakan diri berjalan kaki dari halte depan graha niaga sampai kantor gue. Udah dua bulan juga membiasakan diri berdiri di depan jendela itu setiap habis dzuhur. Lantai 12… dari sini semua view terlihat jelas. Jalan Sudirman, jejeran gedung pencakar langit, dan pastinya lapangan softball. Entah kenapa, tidak seperti waktu digedung lama, gue tidak terbiasa tidur lagi (bad habit gue nerusin tidur kalo udah nyampe kantor skitar jam 6 ampe jam 7) mungkin karena aura baru ya.

Ungu - Kekasih Gelapku

August 27th, 2007

ku mencintaimu lebih dari apapun

meskipun tiada satu orang pun yang tau

kumencintaimu sedalam-dalam hatiku

meskipun engkau hanya kekasih gelapku

haa..haa..haa..haa…

yakinlah bahwa engkau adalah cintaku

yang kucari s’lama ini dalam hidupku

dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku

yang panjang dalam hidupku

haa…hidupku…haa…

kumencintaimu lebih dari apapun

meskipun tiada satu orang pun yang tau

kumencintaimu sedalam-dalam hatiku

meskipun engkau hanya kekasih gelapku

hoo..oooo..

wooooww…

kumencintaimu sedalam-dalam hatiku

meskipun engkau hanya kekasih gelapku

mencintaimu lebih dari apapun

meskipun tiada satu orang pun yang tau

kumencintaimu sedalam-dalam hatiku

meskipun engkau hanya kekasih gelapku
kekasih gelapku…
huuu…huu…

Sedihh.. pengen ujan2an

August 20th, 2007

Hari ini gue iri banget…. soalnya diluar ujan gede.

Gue ga boleh ujan2an… forbidden katanya… padahal cuma ujan yg bikin gue tenang.

Kalo gue itung2 udah hari ke 31 … empty… try to call.. try to sms and try communicate using tech but i know it all useless.

Ya… sebenernya kalo pilihan ini dilakuin jauh sebelumnya, gue ga bakalan empty kali ya.. tapi mo gimana lagi… been there, done that, and time just can’t turn back.
Emptiness nya ditambah…  bedrest… therapy… ngobrol sama my doctor,  not doing anything.

I really wish I could get better but I wonder for who?

Myself? my family? my friends?

Inget2, gue ini ibarat inti atom, atomnya family, larger than atom ya environment/society. Gue pernah bilang ke salah satu temen gue waktu dia berterima kasih sama gue atas doa gue buat dia. gue bilang, doa gue itu cuma setitik debu di lautan doa buat dia dari orng2 yg menyayangi dia. sekarang, gue bener2 merasa seperti debu.

sayangnya… begitu susahnya menghapus debu ini. Kenapa gue terus bertahan disini?

Penting ga sih bertahan? what if this is the limit, my limit? perlukah gue terus berjuang ketika tidak ada apapun di masa depan gue?

Dulu, gue berfikir, gue perlu berjuang dan bertahan demi keluarga. Sekarang, gue lihat keluarga gue jauh lebih tabah dari gue, kalo pun harus menyerah, they’ll go on with their life.

Dulu, gue berfikir, gue perlu berjuang dan bertahan demi kumpulan orang yg gue sebut teman dan sahabat. Sekarang, gue tahu bahwa ga tuh yg namanya "ringan sama dijinjing berat sama dipikul". Teman dan sahabat hanya ada waktu kita senang, ga da teman dan sahabat diwaktu sedih, sakit, dan susah. Ga perduli bungkusnya seperti apa, isinya sama saja.

Dulu, gue berfikir, gue perlu berjuang dan bertahan demi diri gue. Sekarang, dengan kehampaan yang gue rasain, apa masih perlu berjuang? Toh, 4JJ owns me. Whatever road I’d take, it’ll lead to him right? smooth road, rough road, ga penting, akhirnya ya MATI kan?

Gue tetap bersyukur, dengan waktu yg pendek, gue dikasih banyak kemudahan, banyak kesusahan, banyak kesenangan, banyak kesedihan, dan banyak lainnya. Dan gue juga belajar dengan "tujuh keajaiban dunia" yang gue miliki, gue juga belajar untuk kehilangannya satu-persatu.

Satu saat, aku akan jadi buta
karena mataku tak lagi ingin melihat
Satu saat, aku akan jadi tuli
karena mataku tak lagi ingin mendengar
Satu saat, aku akan jadi bisu
karena mulutku tak lagi ingin bicara dan tertawa
Satu saat, aku akan jadi lumpuh
karena tanganku tak lagi bisa menyentuh
Satu saat, aku akan jadi beku
karena aku tak lagi bisa menyayangi
Satu saat, aku akan jadi kelu
karena aku tak lagi bisa merasa
dan Satu saat, aku akan mati
karena aku tak lagi bisa mencintai

Ps: gue benci bgt bau rumah sakit

I wanna be stronger…so I’ll fight more!!!

August 8th, 2007

Ada kekuatan di dalam cinta,
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa  mengalahkan keinginannya
Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

   

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan,
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini?
Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita.
 
~~ GOD WILL MAKE A WAY!

sumber milis rezaervani@yahoogroups.com

Untukmu

July 23rd, 2007

Romance Lirik - Kuingin Kamu

demi semua yang aku jalani bersamamu
kuingin kau jadi milikku
kuingin kau disampingku

tanpa dirimu ku hanya manusia tanpa cinta
dan hanya dirimu yang bisa
membawa surga dalam hatiku

ref:
kuingin engkau menjadi milikku
aku akan mencintaimu
menjagamu selama hidupku
dan aku kan berjanji
hanya kaulah yang kusayangi
ku akan setia disini
menemani…

sentuhanmu
bagaikan tangan sang dewi cinta
yang berhiaskan bunga asmara
dan membuatku tak kuasa
back to ref

di setiap arung gerak
tersimpan di hati kecilku
bahwa dirimu terindah untukku
back to ref

ref2:
selama ku masih bisa bertahan
selama ku masih bisa bernapas
selama Tuhan masih mengijinkan
kuingin selalu menjagamu

back to ref2 [3x]
selama ku masih bisa bertahan
selama ku masih bisa bernapas

 

Mr. AP, no need any sorry, if u could just remember me for the rest of ur life that’ll be enough for me. I’ll be taking memories of u in every breath and prayer.

Gila dalem bgt!!!

July 21st, 2007

Wow!!! ternyata ada yang bisa menjabarkan rasa cinta, soo min…i’m quite shock actually…puisi kamu ini bener2 gatel pengen aku posting lagi… supaya bertambah orang yang tau arti cinta kali yaa heheheh

Arti Cinta — oleh Soo Min
Saat aku kesepian dan kau orang yang
pertama ingin ku hubungi, itu bukan
cinta tapi kau temanku dalam berbagi
suka dukaku.
Saat kau sedang sakit dan aku
merawatmu, itu bukan cinta tapi itu
adalah suka.
Saat aku bertemu denganmu aku begitu
ingin memelukmu, itu bukan cinta tapi
nafsu.
Saat kau melukai hatiku begitu dalam,
dan aku masih ingin memaafkanmu, itulah
cintaku.
Saat kau tidak mengerti aku dan aku
masih ingin bersamamu itulah cinta.
Saat aku tau kau bukan yang terbaik
untukku, tapi aku masih rela berkorban
untukmu, itulah cinta sejatiku.

Mungkin puisi gue ga ada apa2nya nihh..

Selamat Tinggal

July 20th, 2007

Aku tak ingin berada disisinya.. jika dia tidak menginginkannya…
T’lah kuputuskan untuk menjauh.. hanya dengan membuatnya membenciku…
Biar.. sekali lagi aku melangkah setapak demi setapak
dengan sayap yang patah
Tak mungkin mencintainya jika dia tidak mencintaiku
Tidak mungkin bertahan jika dia tidak disampingku
Bukan aku membenci hidup
Hanya aku tak sanggup bertahan
Mungkin sudah waktunya kalah
Mungkin sudah waktunya menyerah…
Jantungku sudah lelah berdetak…
Mataku sudah lelah melihat dan menangis…
Biar kali ini aku yang menyerah kedalam pelukan kematian…

(cinta..cinta..cinta…dengan nama-Nya dan namamu kehembuskan nafas terakhirku)

Lirik Rama-Bertahan

July 1st, 2007
C             Am

Lihat aku disini
F      
kau lukai
                  Dm
hati dan perasaan ini
C               Am
tapi entah mengapa
F                          Dm
aku bisa memberikan maaf padamu

*
C
mungkin karena
    Am
cinta
F
kepadamu tulus
                g
dari dasar hatiku
C
mungkin karena
   Am F
aku
Dm                            G
berharap kau dapat mengerti cintaku

(2) goto **

C              Am
lihat aku disini
F                               Dm
bertahan walau kau sering menyakiti
C                  Am
hingga air mataku
F                                 Dm
tak dapat menetes dan habis terurai

(1) back to *

**
D                       B#m
meski kau terus sakiti aku
G
cinta ini
                   A
akan selalu memaafkan
D
dan aku
                  B#m
percaya nanti engkau
G                             A
mengerti bila cintaku takkan mati

Back to **

lirik Rama di blogsome 

   

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

June 23rd, 2007

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Forwarded message from karin

Soeharto Anaknya Siapa???

June 20th, 2007

Pada suatu hari Tutut, anaknya Soeharto, lewat di jalan tol di Jakarta.
Penjaga Tol: "3000 rupiah".
Bu Tutut yang emangnya ngak punya uang seribuan mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja menyodorkan tuch uang.
Penjaga Tol: "Ini Bu, kembaliannya."
Bu Tutut: "Sudah…simpan saja buat keluarga anda."
Penjaga tol merasa senang karena menerima 47 ribu rupiah dan langsung berterima kasih kepada Tutut.

Setelah
beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol tersebut. Karena mereka
tuch anaknya Soeharto, ngak punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang
20 ribuan.
Penjaga Tol: "Ini Pak, kembaliannya 17 ribu."
Tommy: "Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak anda."
Penjaga langsung memasukan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.

Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol.
Soeharto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan ke penjaga tol. Soeharto menunggu
uang kembaliannya itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol
Soeharto: "Lho, mana uang kembalian saya ?"
Penjaga
Tol: "Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi bu Tutut dan
pak Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu aja diberikan ke saya,
masa Bapak yang 2000 aja minta kembalian?? "
Soeharto: "Tunggu dulu mas !! Anda tau sapa Tutut dan Tommy??"
Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: "Yach tahu Pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Tutut dan Tommy tuh Anaknya Presiden."
Soeharto: "Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden. Nah sedangkan saya kan cuma Anak Petani !! Sekarang, mana kembalian saya??"
Penjaga Tol : !@$@!$!%!^$@^